Sahabat Selalu Ada – (Based on a True Story)  -

Seperti title-nya.. kisah ini benar-benar diangkat dari kisah nyata..
Saat itu kami terbentuk karena ada tugas Information Retrieval. Tugas yang diberikan menghendaki kami untuk membuat sebuah cerita dan harus disampaikan melalui media gambar (foto). Singkat cerita kami sudah mendapatkan ide untuk tugas kami.. alurnya.. pemerannya dan semuanya..sudah dapat dikatakan lebih dari siap untuk eksekusi dan sesi pengambilan gambar. Namun, Tuhan berkehendak lain.. sahabar kami.. Victoria Zia, mendadak terkena demam berdarah dan harus dilarikan kerumah sakit.. Ini lah kenapa kami mengatakan bahwa ini benar-benar diangkat dari kisah nyata… Kisah ini akan kami sampaikan dengan adanya penyesuaian agar lebih ringkas tetapi tidak menghilangkan pesan moral dari cerita ini…

Makan meski alakadarnya tapi kan tetep bayar sendiri.. gak ngutang….

Malam itu, kami berempat (veysha, dul, kotek, dan sheila) sedang makan malam di sebuah tempat makan nan sederhana di bilangan jalan bojongsoang (maklum mahasiswa alakadarnya) terusan buah batu, bandung.

APA!!!!! (tenang kotek.. jangan teriak – teriak.. inget kata bang haji : “SANTAI…”)

Semuanya nampak biasa saja.. semuanya berjalan apa adanya.. sampai tiba-tiba cellphone kotek berbunyi.. saat itu kami pun masih biasa saja.. ngobrol dengan santai.. terima panggilan telpon tentu bukan hal aneh.. namun pembicaraan kotek dengan seseorang yang menelponnya nampak menjadi sangat serius dan nampak ekspresi kaget, cemas, dan bingung dari kotek.. ternyata orang yang tadi menelpon adalah sahabat kami.. Zia… Kotek bilang kepada kami bahwa suhu zia Demam tinggi .. pusing, mual dan badannya merasa lemas yang teramat sangat..

Sahabat Siaga.. ckckck.. Teladan nih gan.. meski hujan badai kan kudaki.. gunung pun ku selami.. lho???

beberapa hari sebelumnya kondisi zia memang sedang kurang baik.. maka malam itu kami segera menyudahi makan malam kami.. kondisi  pada saat itu sedang hujan.. cukup deras hujannya.. namun kami tetap berangkat dengan bergegas menuju tempat kost zia.. Setibanya di sana.. kondisinya memang cukup mengkhawatirkan.. Kami benar-benar bingung.. karenanya kami langsung memutuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit.. karena
keterbatasan kendaraan, tidak ada mobil, hanya ada sepeda motor.. tidak ada pilihan lain.. terpaksa kami membawa Zia ke rumah sakit dengan kondisi hujan hanya dengan menggunakan sepeda motor..

Sheila said : "Mas.. Mas.. Woi.. mas... iki endi toh wonge.. pada langka kabeh sih.."

Setibanya di rumah sakit, Zia langsung di larikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGS), veysha dan Kotek menunggui zia di IGD, sementar Dul dan Sheila mengurus administrasi dan hal lainnya di tempat administrasi.

Trio Kere... Kere kq jamaahan.. maklum dompet tanggung bulan...

Kesehatan itu benar-benar mahal namun tidak ada toleransi dengan kata “mahal” rupanya.. Dul, yang dari bagian administrasi bilang untuk dapat di rawat di rumah sakit , harus ada Uang untuk jaminan awal.. angkanya cukup lumayan (tidak perlu kami sebutkan nominalnya..) Bagi kami yang hanya mahasiswa rantau yang kost, tentu itu menjadi masalah tersendiri.. mana duit lagi bener-bener cekak waktu itu.. Akhirnya kami memutuskan untuk Patungan Uang agar Zia bisa segera mendapat perawatan dengan segera.

Akhirnya dapet ruangan juga nih gan.. Syukurlah..

Di tempat lain.. setelah melakukan pemeriksaan, diagnosa dari dokter bahwa zia terkena DBD dan tipes.. Tapi syukurlah.. kondisinya belum terlalu parah… Setelah mendapat kepastian ruangan.. Zia langsung dibawa ke ruangan tempat seharusnya dia dirawat. kami sedikit tenang karena kondisinya kini lebih terkendali…

Lho.. Lho..Lho.. ini apa2an.. kq malah kayak MAHO gini sih.. :-D

Malam itu, Setelah semuanya lebih terkendali..  kami memutuskan untuk memberitahukan orang tua zia di Lampung..  bagaimana juga pun mereka harus di beri tahu… Sebisa mungkin kami memberitahukan tapi berusaha tidak membuat orangtuanya panik. Orang tua Zia bilang esok mereka langsung menuju bandung..  sembari menunggu orang tua nya datang esok.. malam itu pun kami yang kelelahan harus nginep juga dirumah sakit cape gan.. bener2 ngantuk..

Derai air mata bercucuran dimana2.. jadi ikutan sedih..

Sore hari pada hari berikutnya, Bapak dan ibunya Zia datang ke rumah sakit… Seperti yang sudah  kami duga sebelumnya.. Tangisan seorang ibu keluar saat itu, mungkin karena terlalu khawatir dengan anak kesayangannya.. Rasanya Orang tua manapun pasti akan melakukan hal itu.. itulah kasih  sayang seorang Orang tua..  Khususnya Kasih Sayang seorang IBU.. Luar biasa.. I Love U mom… I Love U ummi…I Love U mamah…  I Love U Ibu…

sama- sama pak..

Orang tua Zia senang karena anaknya mendapat perawatan yang baik.. meskipun mereka tidak ada pada saat itu.. mereka berterima kasih karena zia mempunyai sahabat yang peduli.. Sebenernya seperti itulah seharusnya sahabat.. harusnya ada tidak hanya saat suka.. tapi saat duka juga.. tempat berbagi kebahagiaan.. dan mampu menguatkan saat kita sedih atau lemah..

we are friends and this is our friendship

Inilah kami.. di pertemukan di Kuliah Information retrieval IT TELKOM dan tergabung dalam satu kelompok.. meskipun belum lama.. tapi perasaan yang sama kalau kita adalah mahasiswa rantau yang juga jauh dari keluarga dan orang tua adalah salah satu faktor yang dengan cepat membentuk rasa kebersamaan dan saling peduli itu…  Meskipun keluarga kita Kaya Raya.. tapi bukan mereka yang akan kita mintai tolong dan selalu ada saat kritis atau kesusahan seperti itu.. Mungkin Teman, Sahabat, atau tetangga kita yang selama ini kita tidak pedulikan yang bakalan ada saat itu…

PERCAYALAH!!!

Seperti pepatah bilang “Keluarga terdekat kita  bukan hanya keluarga kita yang sebenarnya tetapi Tetangga kita.. termasuk Sahabat kita..” Untuk kasus ini.. Rasanya ada benarnya Pepatah ini.. Terima kasih bagi siapapun yang telah membantu.. Tanpa mengurangi rasa hormat kami.. mohon maaf tidak bisa disebutkan satu persatu.. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah di atas… :-)

Jangan lupa kunjungi artikel kami berikut ini :

Keluarga besar burung ababil team tugas besar information retrieval it telkom

TA – Holic Perjuangan demi masa depan